Juni 10, 2009

karkadeh (Teh Rosella)


Penawaran Herbal

Juni 10, 2009
(Jintan Hitam) Rp. 35.000

(Jintan Hitam) Rp. 35.000


Israil laknatullah

Januari 18, 2009

Kepongahan Israil, kebungkaman negara-negara arab bagai buah simalakama. Kedua-duanya sangat pahit. Dunia internasional hanya mampu mengecam, yang saya tahu pasti kecaman itu jauh berasal dari lubuk hati terdalam manusia-manuaia yang masih memiliki hatinurani. Tak terkecuali agama dan ras manapun dia. Tapi kemanusiaan orang-orang israil benar-benar telah terhapus oleh doktrin ideologi zionis, doktrin kebanggaan untuk berkuasa di tanah palestena, doktrin yang melibas anak tak berdosa serta para wanita. Semua itu karena mata pisau amerika dengan cap teroris terhadap para militan islam, padahal israil lah the real terrorist ! Israil dan Amerikalah teroris sebenarnya. Kini kuinyatakan dengan segenap emosiku, segenap nuraniku kukutuk israil sampai akhirat ! Terlaknatlah Isarail !


Menanti Sang Imam

Januari 10, 2009

Serangan israil ke palestina pada hari-hari ini telah merobek-robek bukan saja hukum internasional tetapi juga sisi-sisi kemanusiaan yang paling sublim sekalipun. Sementara negara-negara arab disekitarnya hanya diam, tak memberikan perlawanan apa-apa. Ketertindasan rakyat Palestina adalah juga disebabkan oleh negara-negara ini yang telah berpangku tangan melihat terjadinya penindasan didepan matanya. Entahlah jika ada bantuan dibawah tanah, tetapi rakyat palestina saat ini membutuhkan bantuan kekuatan militer. Akhir Januari ini, AS akan kirim lagi berton-ton senjata ke Israel. Lantas rakyat Palestina? Siapakah penolongnya?, siapakah pembelanya ? Harapan satu-satunya adalah yang kita tunggu-tunggu, Fuangku Mallenrungnge, Imam Zaman, Alluhumma ajjil farajasyussayarif. Peristiwa berdarah di Gaza ini semakin mempertautkan batin kita ke hadapan Imam untuk kedatangannya, semakin memperdalam tawassul kita kepada Imam pemilik Zaman ini, Ya Imamm Almuntazar, Adrikni ! Adrikni, Adrikni !Allahhumma Ajjil farajasyusarif.


Desember 21, 2008

image642


Selamat Datang

Desember 21, 2008

“Aku jatuh cinta pada kebenaran”, demikian sebuah penggalan yang terukir disebuah sampul buku Lia Eden.